Budaya

Bupati Jayawijaya dan Maximus Tipagau Hadiri Bakar Batu di Festival Budaya Lembah Baliem 2025

Wamena, Jayawijaya — Asap putih mengepul dari tumpukan batu panas, daging babi, dan umbi-umbian yang tertata rapi di tanah. Di tengah keramaian itu, dua…

Oleh Maximus Gladiator Papua1 menit baca

Bupati Jayawijaya dan Maximus Tipagau Hadiri Bakar Batu di Festival Budaya Lembah Baliem 2025

Wamena, Jayawijaya — Asap putih mengepul dari tumpukan batu panas, daging babi, dan umbi-umbian yang tertata rapi di tanah. Di tengah keramaian itu, dua tokoh penting Papua—Bupati Jayawijaya, Atenius Murip, S.H., M.H., dan tokoh masyarakat Papua, Maximus Tipagau—berdiri berdampingan, menyaksikan prosesi sakral bakar batu atau barapen di Festival Budaya Lembah Baliem (FBLB) 2025, Sabtu (9/8), di Kampung Usilimo, Distrik Wosilimo.

Bupati Jayawijaya dan Maximus Tipagau Hadiri Bakar Batu di Festival Budaya Lembah Baliem 2025 (foto 1)

Barapen bukan sekadar kuliner tradisional, melainkan simbol persatuan dan rasa syukur masyarakat pegunungan Papua. Bupati Atenius Murip menegaskan bahwa FBLB adalah langkah strategis untuk memperkenalkan budaya suku asli Papua ke tingkat internasional.
“Lewat festival ini, kita menunjukkan kepada dunia bahwa Papua kaya akan tradisi yang unik dan penuh makna. Barapen adalah salah satu wujud kebersamaan yang harus terus kita jaga,” ujarnya.

Bupati Jayawijaya dan Maximus Tipagau Hadiri Bakar Batu di Festival Budaya Lembah Baliem 2025 (foto 2)

Bagi Maximus Tipagau, yang dikenal sebagai tokoh peduli budaya dan penggerak komunitas di Papua, kehadirannya di momen ini adalah bentuk dukungan nyata terhadap upaya pelestarian adat. “Budaya adalah identitas kita. Jika kita menjaganya, kita menjaga harga diri kita sebagai orang Papua. Saya percaya festival seperti ini adalah ruang belajar bagi generasi muda dan pintu persahabatan bagi wisatawan,” kata Maximus.

Bupati Jayawijaya dan Maximus Tipagau Hadiri Bakar Batu di Festival Budaya Lembah Baliem 2025 (foto 3)

Selain barapen, FBLB 2025 juga memanjakan pengunjung dengan lomba membuat noken, lari babi, tarian perang, hingga parade budaya dari berbagai suku. Kehadiran tokoh-tokoh penting di arena festival memperkuat pesan bahwa pelestarian budaya adalah tanggung jawab bersama—dari pemerintah, tokoh masyarakat, hingga warga lokal. (MGP)

#2025#adventure carstensz#Festival Budaya Lembah Baliem#Festival Budaya Lembah Baliem 2025#Intan Jaya#Jayawijaya#LEMBAH BALIEM#Maximus Gladiator#Papua

Bagikan artikel ini

Hubungi tim Maximus Gladiator Papua

Untuk undangan, kerja sama, dan permintaan liputan.

Komentar