Maximus Tipagau Jajaki Hutan Nasional Custer Gallatin, Jembatani Konservasi Papua dan Dunia

Montana, Amerika Serikat — 9 Juli 2025

Dari puncak-puncak sakral Papua hingga ke hutan belantara Montana, pendiri Papua Mountaineering Association (PMA), Maximus Tipagau, melangkah ke kawasan Custer Gallatin National Forest—salah satu wilayah hutan lindung paling ikonik dan biodivers di Amerika Serikat.

Kunjungan ini bukan sekadar ekspedisi lintas benua. Lebih dari itu, perjalanan Maximus mencerminkan misi besar PMA: membangun jembatan antara budaya, konservasi, dan pendakian berbasis komunitas. Di tengah rimbunnya hutan pinus dan bentang alam liar Montana, semangat pelestarian alam bergema dalam nilai-nilai yang juga dijunjung tinggi di tanah Papua—rasa hormat, harmoni, dan keindahan.

“Setiap tempat liar memiliki bahasa yang sama,” ujar Maximus saat menjelajahi jalur pendakian di kawasan tersebut. “Alam mengajarkan kita untuk menjaga, bukan menguasai.”

Sebagai organisasi yang aktif mempromosikan pendakian bertanggung jawab di kawasan pegunungan Papua—termasuk Carstensz Pyramid—PMA menjadikan momentum ini sebagai sarana pembelajaran global. Menurut Maximus, keberadaan taman nasional seperti Custer Gallatin memberikan inspirasi tentang bagaimana kawasan lindung bisa dikelola secara berkelanjutan tanpa mengabaikan peran masyarakat adat.

Kawasan Custer Gallatin sendiri merupakan rumah bagi berbagai satwa liar, termasuk beruang grizzly, rusa besar, dan serigala abu-abu. Dengan luas lebih dari 5 juta hektare, kawasan ini menjadi simbol ketahanan ekologi sekaligus warisan budaya Amerika.

Maximus berharap kunjungan ini membuka ruang kolaborasi internasional antara pegiat konservasi dan pendaki dari berbagai belahan dunia, khususnya dalam mendorong model pelestarian berbasis komunitas di Papua. “Kita semua bisa belajar dari satu sama lain. Karena menjaga gunung bukan hanya tugas satu bangsa, tapi tanggung jawab bersama umat manusia,” tutupnya. (PMA)